Potret birokrasi di Indonesia secara umum masih sangat jauh dari harapan masyarakat. Indikasi kinerja birokrasi dari beberapa survei menunjukkan semangat melayani dan mengutamakan kepentingan masyarakat amat buruk. Bahkan selentingan dan nyanyian “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah, kalau bisa diperlama mengapa mesti dipercepat, dan kalau bisa bayar kenapa harus gratis” menjadi warna dan wajah pemerintahan di republik ini. Potret buram birokrasi yang demikian tidak lepas dari proses awal rekrutmen, proses pembekalan, sistem dan tata kelola pemerintahan, etos dan budaya kerja serta minimnya tauladan kepemimpinan.
Sebagaimana disampaikan Ermaya Suradinata, bahwa Pemerintah adalah lembaga atau badan-badan politik yang mempunyai fungsi melakukan upaya untuk mencapai tujuan negara. Pemerintahan adalah semua kegiatan lembaga atau badan-badan publik tersebut dalam menjalankan fungsinya untuk mencapai tujuan negara. Tujuan dan amanat negara sangatlah jelas sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Negara melalui sistem pemerintahan yang diciptakan harus hadir melindungi dan melayani masyarakatnya. Fungsi-fungsi pelayanan sesuai dengan tata kelola pemerintahan yang baik mutlak untuk dilaksanakan. Aparat pemerintahan yang dibayar dan digaji dari uang rakyat. Rakyat dibebani dengan berbagai pungutan seperti pajak, baik bumi bangunan, penghasilan, usaha, kendaraan dan barang lainnya serta berbagai tarikan lain. Ketika rakyat sebagai pemegang saham republik ini sudah sadar akan kewajibannya, lalu benarkah rakyat telah mendapatkan haknya? Akankah para birokrat, dan pejabat yang mendapat amanah tersebut sadar akan posisi dan tanggung jawabnya? Lalu bagaimana Kabupaten Pati saat ini, apakah sedang berupaya bertransformasi diri menjadi Pemerintahan bersih atau tenggelam dalam arus dan budaya birokrasi yang carut marut.
Semangat menata birokrasi lihat disini
0 komentar:
Posting Komentar